Taktik PT Pos Biar Nggak Lagi Diisukan Terancam Bangkrut

PT Pos Indonesia sudah sempat dirumorkan terancam pailit. Menanggapi hal tersebut, PT Pos memperjelas masih bertahan dengan acara menyesuaikan melalui tehnologi digital

"Iya (kuncinya) digitalisasi ya, kita ya turuti industrinya seperti apa ya," kata Direktur Jaringan serta Service Keuangan Ihwan Sutardiyanta PT Pos Indonesia, di Balai Kartini.



Ihwan menjelaskan PT Pos akan meningkatkan semua servicenya berbentuk digital. Layanan kurir misalnya, sedang disediakan service yang seperti seperti layanan antar barang e-commerce.

Pengembangannya, kata Ihwan, dari mulai layanan jemput barang, pengamatan barang waktu dikirim, sampai terjaminnya keamanan barang yang dikirim.

Simak juga: Agar Sehat, PT Pos Butuh Suntikan Modal Negara?

"Contohnya kurir serta logistik yang sedang tumbuh ialah seperti industri e-commerce karena itu kita sediakan pick up service, trek and trace-nya bagus, konten delivery-nya harus juga oke," papar Ihwan.

Pos Indonesia sedang meramu tehnologi untuk mempersiapkan service keuangan digital.

"Kita sediakan tehnologi yang punyai agility (potensi) tinggi begitu, financial service tentu saja orang ke depan semakin malas ke Kantor Pos, kita bangun digital ," kata Ihwan.

Simak juga: Gonjang-ganjing PT Pos Diberitakan Akan Pailit

Akhir-akhir ini PT Pos Indonesia marak diberitakan akan pailit. Bahkan juga, Periset Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memandang Pos Indonesia kurang responsive pada pergantian mode usaha logistik.

"Sebabnya sebab (Pos Indonesia) kurang lakukan mengantisipasi pada pergantian mode usaha logistik. Perusahaan BUMN tidak berhasil berkompetisi dengan beberapa pemain swasta baru yang gesit serta inovatif.
Previous
Next Post »