Pusat Oleh Oleh di Kuil Jepang Tertua Yang Pakai CCTV

Sensoji Asakusa Kannon-Do Tokyo jadi kuil tertua di Jepang. Selain jadi wisata religi, kuil ini juga jadi pusat oleh-oleh yang bersih dan terpantau CCTV.

Ada pemandangan menarik di kawasan wisata religi di Sensoji Temple Asakusa Kannon-Do, di distrik Asakusa, Prefektur Tokyo, Jepang. Selain menyaksikan bangunan kuil tertua di Jepang, juga bisa belanja di toko pernak-pernik yang tertata rapi.

detikTravel berkunjung ke tempat ini, Senin (30/10/2017). Kawasan wisata religi Kuil Sensoji di ibukota Jepang ini, ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai negara, termasuk bagi warga Jepang.

Warga atau pengunjung ke kuil tertua di Jepang, juga memanfaatkan bangunan bagian dari kawasan wisata religi Kuil Sensoji, seperti berfoto di dekat Kaminarimon, gerbang pertama menuju ke kawasan bangunan kuil.



Selama perjalanan menuju ke kuil, berjejer penjual pernak-pernik khas Jepang. Ada topeng khas Jepang, pakaian, hingga beragam suvenir lainnya yang khas Negeri Sakura ini.

Puluhan tempat pedagang aksesoris yang berjejer rapi, di sisi kiri dan kanan jalan Nakamise Dori menuju ke kuil. Bangunan pedagang di pusat oleh-oleh ini juga terlihat rapi dan memiliki ornamen khas Jepang.

Jalan di pusat oleh-oleh kawasan wisata religi itu sangat ramai. Tidak terlihat petugas kepolisian Jepang yang mengenakan seragam dinasnya.

Namun, detikTravel sempat melihat beberapa titik kamera CCTV yang memantau akses jalan yang padat dilintasi pengunjung yang masuk maupun ke luar kuil, atau pengunjung yang belanja. Kamera CCTV itu terletak di atas bangunan pedagang oleh-oleh suvenir. Juga ada di tiang dekat ke arah gerbang kedua.

Setelah melintasi jalan di antara bangunan penjual oleh-oleh, pengunjung akan disambut pintu gerbang kedua sebelum masuk ke gedung utama kuil. Di samping kiri gerbang, terdapat bangunan menara. Pengunjung juga bisa berfoto di bagian depan, karena pintu menara tersebut tertutup.

Sedangkan di depan gedung utama kuil, pengunjung atau warga juga bisa mendatangi gedung di sisi kiri dan kanan, tempat meramal nasib.

Sedangkan di bagian tengah, juga ada tempat pembakaran seperti dupa. Sedangkan di sisi kanan, juga ada tempat untuk membersihkan tangan dan mulut.

Untuk menuju ke tempat sembayang, bagi yang ingin beribadah, melemparkan koin di tempat koin yang sudah tersedia. Pengunjung tidak bisa mendekat ke tempat peribadahan yang didominasi warna kuning keemasan.
Previous
Next Post »